Written by

in

Pempek Kapal Selam PalembangResep Komunitas
MakananSedangPalembang, Sumatra Selatan, Indonesia

Pempek Kapal Selam Palembang

Pempek Kapal Selam adalah varian pempek paling populer khas Palembang yang berukuran besar dengan isian telur ayam utuh di dalamnya. Dibuat dari adonan daging ikan tenggiri segar dan tepung sagu, pempek ini memiliki tekstur kenyal-gurih yang pas serta aroma khas laut yang tidak amis. Disajikan bersama kuah cuko yang kental dengan perpaduan rasa asam, manis, gurih, dan pedas yang mantap, serta pelengkap irisan timun dan mie kuning.

Foto profil Team DekatLokasiTeam DekatLokasiDiterbitkan 27 August 2026
Laporkan
30 menitPersiapan
45 menitMemasak
3–4 porsiHasil
SedangKesulitan

Bahan-bahan

Bahan Adonan Pempek :
  • 500 gram daging ikan tenggiri giling (dingin/setengah membeku)
  • 350 ml air es
  • 1,5 sendok makan garam
  • 1 sendok teh kaldu jamur / penyedap rasa
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 350–400 gram tepung sagu / tapioka berkualitas tinggi (plus ekstra untuk baluran tangan)

Bahan Isian :

  • 3–4 butir telur ayam utuh (pilih ukuran sedang/kecil agar muat di dalam adonan)
  • Bahan Kuah Cuko
  • 500 gram gula merah / gula aren khas Palembang (berwarna gelap)
  • 1 liter air
  • 2 sendok makan asam jawa, larutkan dengan sedikit air lalu saring
  • 2 sendok makan cuka putih
  • 2 sendok teh garam

Bumbu Halus Kuah Cuko

  • 75 gram bawang putih
  • 50 gram cabai rawit hijau (sesuai selera pedas)
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 2 sendok makan ebi kering, sangrai lalu haluskan

Bahan Pelengkap

  • Mie kuning basah, seduh air panas dan tiriskan
  • Sohun, seduh air panas dan tiriskan
  • Timun segar, potong dadu kecil
  • Bubuk ebi sangrai (opsional, untuk taburan)

Cara membuat

1. Pembuatan Kuah Cuko
  • Rebus air dan gula merah hingga gula larut sepenuhnya, lalu saring ke dalam panci bersih.
  • Haluskan bawang putih, cabai rawit, cabai keriting, dan ebi sangrai.
  • Masukkan bumbu halus, air asam jawa, dan garam ke dalam larutan gula merah. Rebus kembali dengan api kecil-sedang hingga mendidih dan aroma mentah hilang (± 20–30 menit).
  • Matikan api, tambahkan cuka putih, aduk rata. Cicipi dan sesuaikan rasa manis, asam, gurih, dan pedasnya. Biarkan dingin (lebih nikmat jika didiamkan semalaman di kulkas sebelum digunakan).

2. Pembuatan Adonan Pempek

  • Masukkan daging ikan tenggiri giling dingin ke dalam wadah besar. Tuangkan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni ringan hingga adonan menyatu dan halus.
  • Masukkan garam, gula, dan kaldu jamur. Uleni kembali; adonan akan berubah teksturnya menjadi lebih kental dan mengikat (set).
  • Masukkan tepung sagu secara bertahap. Aduk menggunakan spatula kayu atau tangan secara perlahan hanya sampai tercampur rata. Jangan diuleni terlalu kuat atau lama agar hasil pempek tidak ulet/keras.

3. Membentuk Pempek Kapal Selam

  • Didihkan air dalam panci besar yang diberi 2 sendok makan minyak goreng (agar tidak lengket).
  • Lumuri kedua telapak tangan dengan tepung sagu secukupnya. Ambil adonan sekitar 120–150 gram, bentuk menjadi bola halus.
  • Buat lubang di tengahnya menggunakan jempol, lalu bentuk menjadi kantung menyerupai mangkuk dalam dengan dinding yang tidak terlalu tipis maupun terlalu tebal.
  • Pecahkan 1 butir telur ke dalam wadah kecil, lalu tuangkan perlahan ke dalam kantung adonan (isi sekitar 3/4 tinggi kantung agar tidak meluber).
  • Rapatkan bibir kantung adonan secara perlahan hingga tertutup rapat tanpa ada celah udara atau bocor.

4. Perebusan dan Penggorengan

  • Langsung masukkan pempek yang sudah dibentuk ke dalam air mendidih.
  • Rebus menggunakan api sedang hingga pempek mengapung. Setelah mengapung, biarkan tetap direbus selama ± 15–20 menit agar telur di bagian dalam matang sempurna. Angkat dan tiriskan.
  • Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan. Goreng pempek perebus dalam api sedang hingga bagian luarnya berwarna kuning keemasan dan berkulit renyah. Angkat dan tiriskan.

5. Penyajian

  • Potong-potong pempek kapal selam goreng di atas mangkuk atau piring saji.
  • Tambahkan mie kuning, sohun, dan irisan timun di sampingnya.
  • Siram dengan kuah cuko kental hangat atau dingin, lalu taburi sedikit bubuk ebi di atasnya.
Untuk calon wirausaha

Tips penerapan usaha

  • Pilih ikan dingin dan segar: Kualitas tekstur kenyal (springy) pempek sangat bergantung pada kesegaran daging ikan dan suhu dingin saat adonan dicampur.
  • Gula aren berkualitas tinggi: Gunakan gula batok khas Palembang berwarna hitam kecokelatan untuk menghasilkan warna cuko yang pekat alami dan rasa manis karamel yang pekat tanpa rasa pahit.
  • Teknik mencampur tepung: Pastikan tidak menguleni berlebihan (overmix) setelah tepung sagu masuk agar pempek tidak menjadi keras atau seperti karet saat dingin.

Variasi

  • Pempek Telur Kecil: Menggunakan adonan yang sama dengan porsi lebih kecil (± 30–40 gram) dan diisi kocokan telur.
  • Pempek Kapal Selam Krispi: Pempek yang telah direbus dipotong-potong, dibalur sedikit adonan tepung kering, lalu digoreng hingga ekstra renyah.

Catatan sumber

Pempek Kapal Selam merupakan produk best-seller wajib dengan nilai jual tinggi di setiap gerai makanan Palembang. Sangat potensial dikembangkan sebagai produk kemasan vakum (frozen food) yang dilengkapi cuko cair dalam kemasan botol untuk pangsa pasar oleh-oleh dan delivery.

Komponen utama usaha: ikan tenggiri segar + tepung sagu + gula aren Palembang + telur.

Catatan: biaya bahan, harga jual, dan margin sebaiknya dihitung berdasarkan harga bahan aktual di masing-masing lokasi usaha.

Diskusi terkurasi

Masukan Komunitas

Bagikan hasil praktik atau saran yang relevan. Masukan non-Admin tampil setelah disetujui Admin.

0 masukan publik

Belum ada masukan yang telah disetujui.

Resep merupakan kontribusi pembuatnya. DekatLokasi memoderasi kelengkapan, kepemilikan, keamanan bahasa, dan keterkaitan usaha, tetapi hasil dapat berbeda menurut bahan, alat, dan proses. Hindari penggunaan informasi ini sebagai pengganti nasihat kesehatan atau keamanan pangan profesional.

More posts